Kuputarung - Sastra Ampas Kopi
Kuputarung wajah baru di deretan meja warung kopi sekitaran kota
Surabaya. Lembar sastra bertajuk Kuputarung ini adalah besutan dari sekelompok
pemuda-pemudi yang tergabung dalam Cokro Bergerak, mereka menggandeng
penulis-penulis muda sekitaran Jawa Timur untuk berkolaborasi menciptakan
karya tulis puisi untuk di cetak bersama.
Lembaran sastra yang rutin terbit setiap tanggal 10,20, dan 30 di setiap bulan ya ini memilih warung kopi sebagai tempat penyebarannya, menurut pemaparan Ahmad Hamza sebagai salah satu
tim produksi Kuputarung mereka
sengaja memilih warung kopi
sebab di sanalah tempat orang
berkumpul untuk berdialektika
ataupun sekadar beristirahat. Jadi
Kuputarung menjadi media
alternatif melepas penat dan
hiburan bagi orang-orang yang
ada di sana.
Tidak hanya
di kota Surabaya,
Kuputarung ini
telah sampai di
lima kota yaitu
ada di Sidoarjo,
Madura, Kediri
dan Blitar. Satu hal yang menarik adalah
Kuputarung di cetak secara fisik,
di era trend media online ini
Kuputarung mencoba
membongkar stigma bahwa minat
baca masyarakat sangat rendah.
Menurut Hamzah, stigma itu
kurang tepat, sebab di setiap edisi
yang terbit kuputarung selalu
habis di serbu para pembacanya. |
| Tidak hanya
di kota Surabaya,
Kuputarung ini
telah sampai di
lima kota yaitu
ada di Sidoarjo,
Madura, Kediri
dan Blitar. |
Pungkasnya Hamzah menuturkan, "kami hanya berusaha menciptakan
nilai lebih atas apa yang bisa kita lakukan, bergotong royong bersama membuat
hal-hal baik bersama."
Reporter : Sutra
Fotografer : Zalfa
Layout : Andy
No comments:
Post a Comment